Kamis, 17 Januari 2013

Penelitian Sosial Sosiologi SMA

A.  Pengertian Penelitian
Penelitian adalah suatu penyelidikikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu. Suatu penelitian bertujuan untuk mengubah kesimpulan-kesimpulan yang telah diterima, atau mengubah dalil-dalil dengan adanya aplikasi baru dari dalil-dalil tersebut.

B.   Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dengan membuat desain penelitian, seorang peneliti dapat melakukan penelitian dengan lebih mudah.
1.    Desain Rencana Penelitian
a.    Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah berisi penjelasan tentang sebab yang melatarbelakangi mengapa suatu masalah diangkat menjadi pokok penelitian.
b.    Rumusan Masalah
Masalah yang telah diidentifikasikan pada bagian latar belakang, kemudian dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. “bagaimana pelaksanaan pembelajaran sosiologi kelas XII”
c.    Tujuan dan Manfaat Masalah
Tujuan penelitian merupakan alasan seorang peneliti melakukan penelitian tersebut.
Manfaat penelitian merupakan kegunaan hasil penelitian yang diterapkan oleh peneliti.
d.    Landasan Teori
Landasan Teori adalah penelaahan masalah penelitian berdasarkan teori-teori atau bahan-bahan bacaan yang relevan untuk dijadikan landasan teoritis bagi penulis  dalam merumuskan dan akhirnya menguji hipotesis. 
e.    Hipotesis
Hipotesis diartikan sebagai kebenaran atau dugaan sementara yang merupakan kemungkinan jawaban atau masalah penelitian.
f.     Metode Penelitian
Metode penelitian dimaksudkan untuk memaparkan rencana penelitian yang akan dilakukan untuk pengambilan data.

2.    Desain Pelaksanaan Penelitian
a.    Desain Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi penelitian yang dipilih dengan teknik tertentu.
b.    Desain Instrumen atau alat
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti sebagai pedoman untuk mengumpulkan data seperti kuesioner, wawancara, atau pedoman observasi.
c.    Desain analisis data
Teknik analisis data berisi uraian tentang cara  mengola data yang telah diperoleh dari hasil lapangan. Hasil data ini menjadi jawaban atas permasalahan. Teknik analisis data dibedakan menjadi dua yaitu:
(1).   Teknik kuantitatif, ditentukan berdasarkan kuantitas atau jumlah, berkaitan dengan angka-angka, serta menggunakan teknik statistik.
(2).   Teknik Kualitatif, ditentukan berdasarkan kualitas atau mutu, dan tidak menggunakan kaidah-kaidah statistik.

C.  Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan suatu cara pengejaran atau usaha memperoleh kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Suatu metode dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi kriteria sebagai berikut:
1.    Berdasarkan fakta
2.    Bebas dari prasangka
3.    Menggunakan prinsip analisis
4.    Menggunakan hipotesis
5.    Menggunakan ukuran objektif

D.  Metode Penelitian
1.    Metode Historis
Metode historis merupakan metode penelitian yang menggunakan catatan observasi orang lain yang tidak dapat diulang kembali. Ciri metode historis (sejarah) adalah:
a.    Banyak menggunakan data-data dari peneliti-peneliti lain di masa lampau.
b.    Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer dibanding data sekunder.
c.    Pencarian data lebih tuntas dan dilakukan penggalian informasi yang lebih tua, yang tidak diterbitkan ataupun todak dikutip bahan acuan yang standar.
d.    Sumber data harus dinyatakan secara definitive, baik nama pengarang, tempat,dan waktu. Sumber tersebut harus diuji kebenaran dan keasliannya.
e.    Fakta harus dibenarkan oleh sekurang-kurangnya dua saksi yang tidak pernah berhubung.
2.    Metode Deskriptif
Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang meneliti status sekelompok objek, kondisi, pemikiran, ataupun peristiwa yang ada di masa sekarang. Metode ini adalah suatu metode penelitian yang digunakan untuk membuat gambaran mengenai suatu situasi atau kejadian dengan cara mengumpulkan data dasar saja. Berikut adalah jenis-jenis penelitian deskriptif:
1)   Penelitian Survei
Jenis penelitian ini dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala yang terjadi.
2)   Penelitian Komparatif
Adalah penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadi munculnya suatu gejala tertentu. Penelitian komparatif bersifat ex post facto, yakni penelitian tersebut dilakukan pada peristiwa yang telah terjadi.
3)   Studi Kasus
Merupakan penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase khusus atau khas dari keseluruhan yang terjadi.
4)   Metode Penelitian Eksperimen
Penelitian yang berudaha mengontrol situasi alamiah dengan cara membuat kondisi buatan. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian tersebut.tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki ada tidaknya dan seberapa besar hubungan sebab akibat dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada beberapa kelompok eksperimen dan menyediakan kontrol sebagai pembandingnya.
5)   Grounded Research
Merupakan suatu penelitian yang menggunakan analisis perbandingan dengan tujuan mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan, teori dan mengemukakan teori baru.
E.   Masalah Penelitian
Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan yang tidak sesuai antara harapan dengan kenyataan. Kriteria masalah dalam penelitian adalah sebagai beikut:
1.    Masalah harus mempunyai nilai penelitian
2.    Masalah harus fleksibel
3.    Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti
4.    Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian

F.   Teknik Penarikan Sampel
Sampel adalah kecil sasaran pengamatan atau penelitian. Sedangkan kelompok besar yang menjadi sasaran generalisasi disebut dengan populasi. Berikut ini adalah teknik penarikan sampel:
1.    Penarikan Sampel Acak (Random Sampling)
Semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dimasukkan ke dalam sampel. Pemilihan sampel dilakukan secara acak tanpa didasarkan kriteria apapun.
2.    Penarikan Sampel Berlapis (Stratified Sampling)
Merupakan penarikan sampel yang dilakukan apabila perwujudan populasi terdiri dari sejumlah subkelompok atau lapisan yang mungkin mempunyai ciri-ciri berbeda.
3.    Penarikan Sampel Berkelompok (Cluster Sampling)
Satu sampel yang dipilih pada cluster sampling adalah kelompok individu yang secara alami berada bersama-sama di suatu tempat.

G.  Pengumpulan Data
a.    Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data didasarkan pada suatu metode atau prosedur agar data yang diinginkan dapat terkumpul lengkap. Berikut adalah metode-metode pengumpulan data dalam penelitian.
1)   Observasi (Pengamatan)
Adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati langsung dilapangan. Metode observasi dibedakan menjadi tiga, yaitu”
a)    Observasi biasa, dimana si pengamat merupakan orang yang sepenuhnya melakukan observasi. Ia tidak memiliki keterlibatan apapun dengan objek penelitian.
b)   Observasi terkendali, merupakan metode observasi yang sasaran penelitiannya ditempatkan dalam suatu ruangan terbatas untuk diamati dan diadakan berbagai percobaan oleh pengamat atau peneliti.
c)    Observasi partisipasi, merupakan metode observasi di mana peneliti terlibat langsung di tengah masyarakat dan mengikuti segala aktivitas di dalamnya.
2)   Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara di peneliti dengan subjek penelitian. Metode wawancara dibedakan atas beberapa jenis:
a)    Wawancara berencana
b)   Wawancara tidak berencana
c)    Wawancara terfokus
d)   Wawancara bebas
e)    Wawancara tertutup
f)    Wawancara terbuka
g)    Wawancara mendalam


3)   Metode Kuesioner
Kuesioner merupakan sekumpulan pertanyaan yang butir-butirnya berhubungan dengan masalah penelitian, dan mempunyai makna guna menguji hipotesis. Kuesioner berisi pertanyaan yang tertutup saja, terbuka saja, atau campuran (tertutup dan terbuka).
·      Contoh kuesioner tertutup:
Setujukah kamu dengan peraturan yang melarang membawa ponsel ke sekolah?
a.    Tidak setuju
b.    Kurang setuju
c.    Setuju
d.    Sangat setuju
·      Contoh kuesioner terbuka:
Bagaimana pendapat Anda tentang keberadaan komunitas punk di kota Anda?
Jawaban: .............................................................................................................................................
·      Contoh kuesioner campuran:
Setujukah Anda jika seorang perempuan menjadi supir bus kota?
a.    Tidak setuju
b.    Kurang setuju
c.    Setuju
d.    Sangat setuju


b.    Skala Pengukuran
1)   Skala Nominal
Skala nominal adalah pengukuran dengan menempatkan objek atau individu ke dalam kategori-kategori yang mempunyai perbedaan kualitatif. Dua ciri dari skala nominal adalah posisi data setara dan tidak bisa dilakukan operasi matematika. Contoh skala nominal adalah:
·      Siswa SMA 55 Jakarta diberikan kategori ukuran “1”
·      Siswa SMA 60 Jakarta diberikan kategori ukuran “2”
·      Siswa SMA 79 Jakarta diberikan kategori ukuran “3”
2)   Skala Ordinal
Skala ordinal adalah pengukuran dengan cara kategorisasi atau klasifikasi, tetapi di antara setiap data terdapat hubungan. Sama halnya dengan skala nominal, pada skala ordinal tidak bisa dilakukan operasi matematika. Akan tetapi, pada skala ordinal memiliki ciri posisi yang tidak setara.
Contoh skala ordinal adalah:
·      Sangat pandai diberi tanda “1”
·      Pandai diberi tanda “2”
·      Cukup pandai diberi tanda “3”
·      Kurang pandai diberi tanda “4”
3)   Skala Interval
Skala interval merupakan skala pengukuran yang memberi jarak interval yang sama dari suatu titik asal yang tidak tetap. Ciri dari skala interval adalah tidak ada kategorisasi atau pemberian kode seperti data kualitatif, serta dapat dilakukan operasi matematika.


4)   Skala Rasio
Skala rasio adalah skala pengukuran yang ditentukan titik nol sejati dan jarak interval harus sama. Rasio atau perbandingan dapat dilakukan terhadap dua nilai tertentu pada skala ini.
H.  Analisis Data
1.    Editing
Kegiatan meneliti dan memeriksa kembali data-data yang telah dikumpulkan dari lapangan terutama yang didapat dari kuesioner disebut dengan editing.
2.    Coding
Coding atau pengkodean data adalah pemberian angka-angka pada setiap jawaban yang didapat dari pengumpulan data. Pengkodean data didasarkan pada jenis jawaban atau pernyataan yang diterima.
3.    Pengolahan Data
a.    Pengolahan Data Nonstatistik
1)   Tabulasi, merupakan proses memasukkan data ke dalam tabel-tabel.
2)   Analisis Data, yang bertujuan memberikan deskripsi tentang ciri khas suatu kelompok, menunjukkan kecenderungan di tengah-tengah variabel yang diteliti, serta menunjukkan hubungan-hubungan yang terjadi.
3)   Penafsiran data atau interpretasi, pencarian pengertian yang lebih luas tentang penemuan-penemuan dalam penelitian.
4)   Generalisasi, merupakan penarikan kesimpulan (verifikasi data) dari analisis penelitian dan harus berkaitan dengan teori yang mendasari penelitian tersebut.
b.    Pengolahan Data Statistik
1)   Pembuatan tabel distribusi frekuensi, yaitu tabel yang memuat dan mengatur data dalam kelas berdasarkan frekuensi.
2)   Menentukan ukuran tendetensi sentral, yang meliput mean, modus dan median.
3)   Mengatur derajat hubungan antarvariabel.

I.     Penulisan Laporan Penelitian
Kerangka penulisan laporan penelitian yang umumnya dipergunakan oleh peneliti ilmu sosial adalah sebagai berikut.
a)    Bagian awal, terdiri atas halaman judul, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar/bagan/diagram.
b)   Badan laporan, terdiri atas pendahuluan, kerangka teoritis, metodologi penelitian, pelaksanaan penelitian, serta hasil penelitian dan pembahasan.
c)    Bagian penutup, terdiri atas kesimpulan dan saran, daftar pustaka, serta lampiran-lampiran.

Struktur Sosial Sosiologi SMA


A.  Pengertian Struktur Sosial
Struktur sosial adalah keseluruhan dari hubungan sosial yang mencakup proses sosialisasi dam interaksi antar individu dalam kehidupan sosial.
Para ahli sosiologi telah mengklasifikasikan struktur sosial dalam beberapa jenis, yaitu:
1.  Struktur Kaku dan Struktur Luwes
Struktur kaku (rigid) adalah struktur yang tidak dapat diubah. Misalnya peristiwa yang dialami RD (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu). Ketika ditahan karena terkait dengan kasus hukum dalam dana nonbudgeter DKP, ia masih diminta oleh para mahasiswanya memberikan kuliah, karena belum ada orang yang bisa menggantikan posisinya sebagai pengajar (dosen).
Struktur luwes (elastic) adalah kebalikan dari struktur kaku, di mana perubahan-perubahan dalam pola susunannya dibiarkan terjadi. Misalnya dalam sebuah rapat terbuka, penambahan jumlah peserta rapat dibiarkan saja, karena dirasa semakin banyak orang, akan semakin banyak pula ide-ide yang tercipta.

2.  Struktur Formal dan Struktur Informal
Struktur formal adalah struktur yang diakui oleh pihak yang berwenang dengan ketetapan hukum. Misalnya koperasi, PT, CV, Struktur pemerintahan, dan sebagainya.
Struktur informal adalah struktur yang nyata ada dan berfungsi, tetapi tidak diakui oleh pihak yang berwenang. Misalnya adat-istiadat, penggunaan pola bahasa “gaul”, dan sebagainya.

3.  Struktur Homogen dan Heterogen
Struktur homogen adalah struktur sosial di mana unsur-unsur di dalamnya mempunyai pengaruh yang sama terhadap dunia luar. Misalnya dalam kesebelasan sepak bola. Dalam struktur itu, setiap anggota diberi kesempatan yang sama, dan oleh karenanya juga mempunyai pengaruh yang sama untuk memenangkan pertandingan bagi kesebelasannya. Nama baik dan kesuksesan kesebelasan itu bukan monopoli orang (pemain) tertentu, tetapi milik bersama.
Struktur heterogen adalah struktur sosial yang unsur-unsur di dalamnya tidak mempunyai kedudukan yang sama dalam memberi pengaruh ke dalam dan ke luar. Misalnya dalam organisasi kenegaraan, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya, di sini terdapat unsur struktur yang mempunyai pengaruh paling besar sampai paling kecil.

4.  Struktur Mekanis dan Struktur Statistik
Struktur mekanis adalah struktur yang menuntut posisi yang tetap sama dari anggota-anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Misalnya struktur keluarga, di mana kedudukan tiap-tiap anggota keluarga merupakan suatu mekanisme yang tidak dapat ditukar/digantikan tanpa membawa kerugian. Misalnya pada saat ayah sakit dan dirawat di rumah sakit, sedangkan anak-anaknya masih kecil, maka kehidupan keluarga akan terganggu, karena tidak ada yang menggantikan posisinya.
Struktur statistik adalah struktur yang dapat berfungsi dengan baik jika persyaratan jumlah anggota tertentu dipenuhi. Perubahan dalam satu atau dua unsur tidak menimbulkan gangguan yang berarti bagi seluruh struktur. Misalnya penambahan jumlah anggota polisi, karena menyesuaikan jumlah pertambahan penduduk.

5.  Struktur Kewibawaan dan Struktur Kerja Sama
Struktur kewibawaan adalah struktur atas dasar kewibawaan yang dibuat oleh anggota-anggota dengan berpegang pada prinsip yang mereka setujui bersama. Seluruh wewenang diserahkan kepada unsur pimpinan. Misalnya struktur sosial dalam masyarakat feodal, di mana para anggota masyarakat dituntut untuk taat pada pemimpinnya tanpa mendapat kesempatan mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan.
Struktur kerja sama adalah struktur yang didasarkan atas musyawarah. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan apa dan bagaimana usaha bersama itu akan dilaksanakan.


6.  Struktur Atas dan Bawah
Struktur atas adalah struktur yang diduduki oleh segolongan orang yang memegang kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, misalnya kaum bangsawan, pejabat, penguasaha, dan tokoh adat.
Struktur bawah adalah tempat bagi golongan masyarakat bawah, seperti buruh, petani, gelandangan, dan sebagainya.


B.  Unsur-unsur Struktur Sosial
1.  Status Sosial
Status sosial adalah kedudukan atau posisi seseorang didalam kelompok masyarakat.
Berdasarkan cara memperolehnya status sosial dibagi menjadi tiga:
a.    Ascribed status, yaitu status sosial yang diperoleh dengan sendirinya atau otomatis akan didapatkan karena faktor keturunan.
b.    Achieved status, yaitu status yang diperoleh melalui usaha yang disengaja terlebih dahulu.
c.     Assigned status, yaitu status yang diberikan oleh masyarakat sebagai tanda penghargaan atas jasanya.
2.  Peran Sosial
Peran sosial adalah suatu tingkah laku yang diharapkan dari individu sesuai dengan status sosial yang disandangnya, sehingga peran dapat berfungsi pula untuk mengatur perilaku seseorang.
3.  Kelompok Sosial
Adalah sekumpulan orang yang memiliki norma-norma, nilai-nilai, dan harapan-harapan yang sama, serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi.
4.  Lembaga Sosial
Adalah seperangkat aturan atau norma yang terorganisir guna menata serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan manusia dalam kehidupan masyarakat.

C.  Diferensasi Kelompok
Kata “diferensiasi” berasal dari bahasa Inggris “different” yang berarti berbeda. Sedangkan sosial berasal dari kata “socius” yang berarti kelompok atau masyarakat, sehingga secara definitif, diferensiasi sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelompok-kelompok tertentu secara horizontal (tidak bertingkat). Pembedaan masyarakat tersebut didasarkan pada perbedaan ras, etnis atau suku bangsa, klen, agama, pekerjaan, dan jenis kelamin.
Pengklasifikasian ras dalam masyarakat antara lain:
1). Ras Kaukasoid, terdiri dari orang-orang kulit putih, meliputi ras Kaukasoid Nordic, Mediterania, Alpin, dan Indik.
2). Ras Mongoloid, terdiri dari orang-orang kulit kuning, yang meliputi subras Mongoloid Asia, Malaya (termasuk Indonesia) dan Amerika/Indian.
3). Ras Negroid, terdiri dari orang-orang kulit hitam dengan rambut hitam dan keriting, meliputi subras Negroid Afrika, Negrito, Malenesia (termasuk orang-orang Papua) dan Austroloid.
4). Ras-ras khusus, meliputi: ras Bushman, dengan ukuran tubuh sedang dan warna kulitnya coklat dengan rambut keriting; ras Veddoid hampir mirip dengan Negrito hanya saja tubuhnya lebih kecil; ras Polinesoid, dengan ukuran tubuh sedang, warna kulit coklat, dan rambut hitam berombak; ras Ainu, dengan warna kulit dan rambut mirip ras kaukasoid, tetapi bentuk muka ras Mongoloid.

D.  Stratifikasi Sosial
Pelapisan sosial dalam sosiologi dikenal dengan istilah stratifikasi sosial. Kata stratifikasi sosial berasal dari kata stratum (lapisan) dan socius (masyarakat).
a.    Pitirim A. Sorokin. Stratifikasi sosial diartikan sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (herarkis).
b.    Paul B. Horton dan Chester L. Hunt. Stratifikasi sosial berarti sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.
c.    Soejono Soekanto. Stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan berbeda-beda secara vertikal.

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara vertical, yang diwujudkan dengan adanya tingkatan masyarakat dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Stratifikasi Sosial adalah 1).Kekayaan, 2).Kekuasaan, 3).Kehormatan, 4).Pendidikan.

Sifat Stratifikasi Sosial:
1)   Stratifikasi sosial terbuka. Dalam masyarakat dengan sistem stratifikasi terbuka seorang atau kelompok anggota masyarakat memiliki peluang atau kemungkinan yang besar untuk berpindah ke kelompok, kelas atau lapisan sosial lainnya.
2)   Dalam masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial tertutup seorang individu atau kelompok kemungkinan untuk pindah dari satu golongan atau kelas sosial ke golongan atau kelas sosial lain sangat kecil. Di dalam sistem yang demikian, satu-satunya jalan untuk menjadi anggota suatu lapisan dalam masyarakat adalah kelahiran (keturunan), sehingga masyarakat lebih bersifat statis, terutama golongan atau kelas bawah, di antara mereka kurang menunjukan cita-cita yang tinggi.
3)   Stratifikasi sosial campuran. Dua sifat utama dari stratifikasi sosial telah dikemukakan di atas, yakni terbuka dan tertutup. Walaupun demikian, dalam kenyataan sehari-hari stratifikasi sosial dalam masyarakat tidak hanya selalu bersifat terbuka atau tertutup, akan tetapi juga bersifat campuran (gabungan) di antara keduanya. Dalam masyarakat terdapat unsur-unsur yang menggabungkan antara sifat yang terbuka dan tertutup. Misalnya dalam suatu kelompok mungkin dalam sistem politiknya menerapkan sistem stratifikasi sosial tertutup, namun dalam bidang-bidang atau unsur-unsur sosial lainnya seperti ekonomi, budaya, dan lain-lain menggunakan sistem stratifikasi sosial terbuka.


Ø  Ascribed status: status sosial yang diperoleh dengan sendirinya atau otomatis akan didapatkan karena faktor keturunan.
Ø  Achieved status: status yang diperoleh melalui usaha terlebih dahulu.
Ø  Assigned status: status yang diberikan oleh masyarakat sebagai tanda penghargaan atas jasanya.
Ø  Kelas sosial: penggolongan status sosial berdasarkan kriteria ekonomi.
Ø  Konflik: pertentangan antaranggota masyarakat baik berkaitan dengan peran ataupun status yang dimilikinya.
Ø  Klen: penggolongan masyarakat berdasarkan keturunan.
Ø  Kesenjangan sosial: perbedaan jarak antara kelas atas dengan kelas bawah.
Ø Quality Control: proses pengawasan yang dapat menjamin bahwa produk-produk yang dihasilkan lembaga dapat memenuhi standard kualitas yang telah ditetapkan.
Ø  Peran sosial: dinamika dari status sosial yang disandang seseorang.
Ø  Status sosial: kedudukan atau posisi seseorang di masyarakat.
Stratifpkasi sosial: tinggi rendahnya kedudukan sosial di masyarakat