Rabu, 16 Januari 2013

Kelompok Sosial Sosiologi SMA


A.  Kelompok sosial menurut ahli:
1.    Soejono Soekanto
     Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan timbal balik, saling memengaruhi, dan didorong oleh kesadaran untuk saling menolong.
2.    Paul B. Horton dan Chester L. Hunt
     Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
Kesimpulannya, kelompok sosial adalah sekumpulan orang yang memiliki norma, nilai, dan harapan yang sama, serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi.

B.  Syarat-syarat Kelompok Sosial
1.    Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
2.    Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lain.
3.    Adanya suatu faktor yang dimiliki bersama seperti persamaan nasib, kepentingan, ideology, atau tujuan yang sama.
4.    Berstruktur, berkaidah, dan memiliki pola tertentu.
5.    Bersistem dan berproses.

C.  Ciri-ciri Kelompok Sosial
1.    Memiliki struktur sosial yang setiap anggotanya mempunyai status dan peran tertentu.
2.    Memiliki norma dan nilai yang diberlakukan untuk mengatur segenap anggotanya.
3.    Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok manusia yang lain.
4.    Adanya interaksi dan komunikasi antar anggota.
5.    Adanya kepentingan bersama.

D. Bentuk-bentuk Kelompok Sosial
1.  Kelompok Sosial Menurut Besar atau Banyaknya Anggota kelompok
a.     Kelompok Primer
Suatu kelompok yang para anggotanya saling mengenal secara akrab, hubungan sosialnya bersifat informal, personal, total dan jumlah anggotanya relatif kecil. Contohnya keluarga, kelompok persahabatan, atau kelompok arisan.
b.    Kelompok Sekunder
Sifat dari kelompok sekunder adalah formal dan segmental (terpisah-pisah sesuai dengan kepentingan masing-masing). Kelompok ini dibentuk atas kepentingan bersama, namun setiap anggota belum tentu saling mengenal dan jumlah anggotanya relatif besar. Contohnya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), atau Ikatan Dokter Gigi Indonesia (IDGI).
2.  Kelompok Sosial Menurut Proses Terbentuknya
a.     Kelompok Semu
Kelompok semu disebut juga khalayah ramai, yang artinya kelompok yang bersifat hanya sementara karena terkait oleh kepentingan sesaat atau tidak terorganisir.
Bentuk-bentuk kerumunan adalah
1)   Kerumunan yang bersifat sementara (causal crowds)
a)    Kumpulan yang kurang menyenangkan (inconvenient aggregations), contohnya adalah supporter bola yang membuat kerusuhan.
b)   Kumpulan orang yang sedang dalam keadaan panic (panic crowds)
c)    Kerumunan penonton (spectators crowds), contohnya penonton konser music yang berkumpul dilapangan.
2)   Kerumunan yang berlawanan dengan norma hukum (lawless crowds)
a)    Kerumunan yang bersifat immoral (immoral crowds), contohnya adalah sekumpulan remaja yang menggelar pesta miras dan perjudian.
b)   Kerumunan yang bertindak emosional (acting mobs), contohnya tawuran antar pelajar.
3)   Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial
a)    Khalayak penonton talk show atau pendengar formil dalam seminar (formal audience).
b)   Kelompok ekspresif yang telah atau sedang direncanakan (planned experience group), contohnya kelompok pendemo di depan gedung DPR-MPR..
b.    Kelompok Nyata
Kelompok nyata adalah kelompok sosial yang konsepnya terorganisasi, kehadirannya selalu konstan atau tetap, dan proses interaksi sosial antara anggotanya relatif aktif. Contohnya keluarga luas seperti klan di Batak, bondoroyok di Sunda, serta dadieh di Bali.
3.  Kelompok Sosial Menurut Erat-Tidaknya Ikatan Kelompok
Ferdinand Tonies membagi masyarakat menjadi dua, yaitu:
a.     Gemeinschaft (paguyuban)
Gemeinschaft  adalah bentuk kehidupan bersama dimana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah kesetiakawanan, rasa kesatuan batin, dan kegotongroyongan yang sangat kuat. Kelompok paguyuban diidentikkan dengan masyarakat desa..
Menurut Tonnies, di dalam setiap masyarakat selalu dapat dijumpai salah satu diantara tiga tipe paguyuban, yaitu:
1)   Paguyuban karena ikatan darah, merupakan ikatan yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan. Misalnya kelompok kekerabatan.
2)   Paguyuban karena tempat, yaitu paguyuban yang terdiri dari orang-orang yang berdekatan tempat tinggal. Contohnya RT/RW, atau perkumpulan ibu-ibu PKK.
3)   Paguyuban karena ikatan pikiran.
Paguyuban memiliki beberapa ciri pokok, antara lain:
a)    Intimate, hubungan menyeluruh yang mesra
b)   Private, hubungan yang bersifat pribadi, yaitu khusus untuk beberapa orang saja.
c)    Exclusive, hubungan tersebut hanya untuk “kita” saja dan tidak untuk orang-orang lain di luar “kita”.
Kelompok paguyuban identik dengan masyarakat pedesaan. Berikut ini adalah ciri-ciri masyarakat pedesaan:
1.    Masyarakat pedesaan lebih erat hubungan sosialnya.
2.    Hidupnya sangat bergantung pada pertanian yang cara bertaninya masih tradisional dan tidak efisien.
3.    Adanya sistem gotong-royong dalam lembaga kemasyarakatan.
4.    Golongan ornag tua umumnya memegang peranan penting.
b.    Gessellschaft (patembayan)
Gessellschaft  adalah kelompok sosial yang merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu pendek, keanggotaannya didasari oleh perhitungan rasional, berorientasi kepada materi, dan mementingkan status sosial. Patembayan selalu identik dengan masyarakat kota yang ikatan kelompoknya relative longgar, individualistis, dan selalu mementingkan peningkatan karier.
Kelompok patembayan yang sering diidentikkan dengan masyarakat perkotaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)   Kehidupan beradaan berkurang apabila dibandingkan kehidupan beragamaan di desa.
2)   Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.
3)   Permbagian kerja di antara warga kota juga lebih tegas dan punya batas-batas nyata.
4)   Jalan pikiran rasional, menyebabkan interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
5)   Perubahan sosial tampak dengan nyata diperkotaan. Karena di kota biasanya lebih terbuka dalam menerima pengaruh luar.
4.  Kelompok Sosial Menurut Tujuannya
a.     Formal Group (Organisasi Formal)
Kelompok yang didalamnya tersusun cara-cara untuk memobilitaskan dan mengoordinasikan usaha-usaha, yang mencapai tujuan berdasarkan bagian-bagian organisasi yang bersifat spesialisasi. Serta memiliki peraturan tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Contoh organisasi formal yaitu, partai politik, PSSI, sekolah, dan lain-lain.
b.    Informal Group
Berbalik dengan organisasi formal, kelompok informal tidak memiliki struktur dan organisasi tertentu. Kelompok informal terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang terjadi berulang kali dan itu menjadi dasar bagi bertemunya kepentingan-kepentingan dan pengalaman yang sama.
5.  Kelompok Sosial Menurut Keanggotaannya
a.     Membership Group
Membership Group adalah kelompok sosial di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Misalnya Robert Van Persie yang menjadi salah satu anggota Tim Club Manchester United. Ketika berlatih dan bertanding, ia berada dalam kelompoknya secara fisik.
b.    Reference Group
Reference Group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Atau dengan kata lain seorang individu yang bukan anggota kelompok sosial tertentu, mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok yang diidamkan.
6.  Kelompok Sosial Menurut Sudut Pandang Individu
a.     In-Group
Kelompok sosial dimana individu mengidentifikasikan dirinya disebut in-group. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota kelompok. Dapat dikatakan bawah setiap kelompok sosial adalah in-group bagi anggotanya.
b.    Out-Group
Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan dari in-groupnya. Sikap out group selalu ditandai dengan suatu keinginan yang terwujud antagonisme atau antipati.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar