Minggu, 06 April 2014

Masyarakat Multikultural Sosiologi SMA

A.  Masyarakat Multikultural
Masyarakat yang terdiri atas berbagai macam kelompok sosial dengan sistem norma dan kebudayaan yang berbeda. Bentuknya adalah masyrakat modern yang anggotanya terdiri dari berbagai golongan, etnis, ras, agama dan budaya.
a.    Golongan (kelompok) terbagi menjadi kelompok sosial berdasarkan ras, kelompok sosial berdasarkan bahasa, kelompok sosial berdasarkan perbedaan agama, kelompok sosial berdasarkan gender.
b.    Etnis atau suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dab identitas akan kesatuan budaya, yang sering kali diperkuat oleh kesatuan bahasa.
c.    Perbedaan Ras yaitu ciri yang menyangkut aspek biologis. Masyarakat Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam kategori berikut.
1)   Papua Mongoloid, golongan ini bermukim di pulau Papua, Kei, dan Aru. Ciri-ciri fisik golongan ini diantaranya rambut keriting, bibir tebal, dan berkulit hitam.
2)   Mongoloid, ras ini lebih banyak berdiam di kepulauan Sunda Besar (Indonesia bagian barat), dengan ciri-ciri fisik rambut ikat dan lurus, muka agak bulat, berkulit putih hingga sawo matang.
3)   Vedoid memiliki ciri fisik antara lain tinggi badan relative kecil, kulit sawo matang dan rambut ikal. Penduduk yang termasuk ras Vedoid berdiam di Kubu, Mentawai, Sakai, Enggano dan Tomura.

B.  Ciri-ciri Masyarakat Multikultural
1.    Terjadi segmentasi kedalam bentuk kelompok-kelompok yang sering kali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu sama lainnya.
2.    Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi dalam lembaga-lembaga yang sifatnya nonkomplementer.
3.    Kurang mengembangkan consensus diantara para anggotanya terhadap nilai-nilai yang sifatnya mendasar.
4.    Secara relatif sering mengalami konflik-konflik diantara kelompok satu dengan lainnya.
5.    Secara relatif integrasi sosial tumbuh diatas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi.
6.    Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain.

C.  Sebab terjadinya Masyarakat Multikultural
Kemajemukan masyarakat Indonesia didorong dengan adanya:


1.    Perbedaan faktor geografis
2.    Kondisi Iklim yang berbeda
3.    Pengaruh budaya asing
4.    Adat istiadat
5.    Agama
6.    Bahasa
7.    Perdagangan laut
8.    Penjajahan HAM
9.    Globalisasi
10.     Proses Demokratisasi



D.  Perilaku dalam Masyarakat Multikultural Indonesia
1.    Faktor Penghambat Masyarakat Multikultural
a.    Anggapan bahwa budaya sendiri merupakan budaya yang paling baik (etnosentrisme)
b.    Pertentangan antara budaya barat dan budaya timur
c.    Anggapan bahwa pluralisme budaya merupakan sesuatu yang eksotis
d.   Pandangan paternalistis
e.    Pencarian terhadap apa yang disebut Idigenous Culture (mencari sesuatu yang dianggap asli)
f.     Pandangan penduduk asli terhadap orang asing yang dapat berbicara mengenai budayanya.
2.    Ditinjau dari sikap pergaulan, masyarakat Indonesia dibagi atas:
a.    Masyarakat Eksklusif. Masyarakat yang merasa takut terhadap budaya lain karena menganggap dapat merusak budayanya.
b.    Masyarakat Inklusif. Masyarakat yang akomodatif terhadap budaya lain sehingga cenderung mudah berhubungan dengan masyarakat lain dan menganggap setiap anggota memiliki harkat yang sama.
3.    Ditinjau dari lokalitasnya, masyarakat Indonesia dibagi menjadi :
a.    Masyarakat Desa
Masyaraakat tradisional atau masyarakat primitif yang sederhana. Ciri masyarakat desa:


1)   Anggota komunitasnya kecil
2)   Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan
3)   Sistem kepemimpinannya informal
4)   Ketergantungan terhadap alam tinggi
5)   Religious Magic
6)   Rasa rasional dan gotong royong yang tinggi
7)   Kontrol sosial antar warga kuat
8)   Hubungan antara pemimpin dan warga bersifat informal
9)   Pembagian kerja tidak tegas dan belum ada spesialisasi pekerjaan
10)    Patuh terhadap nilai dan norma yang berlaku (tradisi)
11)    Tingkat mobilitasnya rendah


b.    Masyarakat Kota
1)   Pola pikirnya cenderung rasional
2)   Bersifat individualistis
3)   Masyarakatnya cenderung sekuler
4)   Mata pencahariannya sangat beragam
5)   Sangat menghargai spesialisasi yang langka berdasarkan mafaatnya.
4.    Ditinjau dari mata pencaharian, masyarakat Indonesia dibagi menjadi:
a.    Masyarakat pertanian
b.    Masyarakat industri
c.    Masyarakat nelayan
5.    Ditinjau dari laju perubahan, masyarakat Indonesia dibagi menjadi:
a.    Masyarakat desa, masyarakat yang masih memegang teguh tradisi leluhurnya.
1)   Jumlah anggotanya relatif kecil,
sehingga hubungan antar anggota relatif kuat.
2)   Homogen
3)   Aturan (orde) mengikat
4)   Bersikap tertutup dan cenderung curiga
terhadap unsur budaya asing yang masuk
5)   Statis
6)   Mobilitas sosial rendah
7)   Hubungan dengan alam kuat
8)   religius


b.    Masyarakat Modern, masyarakat yang mengalami transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
1)   Bersikap terbuka terhadap pengalaman dan penemuan baru
2)   Sikap menerima adanya perubahan
3)   Peka terhadap masalah-masalah yang terjadi dilingkungannya
4)   Memiliki perencanaan yang matang dalam tindakannya
5)   Percaya IPTEK
6)   Menghormati hak dan kewajiban orang lain
7)   Tidak pasrah menerima nasib
8)   Yakin akan potensi yang dimilikinya

E.   Konsekuensi Masyarakat Kultural
1.    Interseksi
Titik perpotongan atau pertemuan persilangan antara dua garis atau dua arah. Interseksi merupakan persilangan atau pertemuan keanggotaan suatu kelompok sosal dari berbagai seksi naik berupa suku, agama, jenis kelamin, kelas sosial, dan lain- lain.
2.    Konsolidasi
Proses penguatan atau peneguhan keanggotaan individu atau beberapa kelompok yang berbeda dalam suatu kelompok sosial, melalui tumpang tindih keanggotaan. Contohnya: masyarakat Bali identik dengan agama Hindu, atau masyarakat Aceh identik dnegan agama Islam.
3.    Primordialisme
*    Primordialisme adalah suatu pandangan atau paham dari anggota masyakarat yang mempunyai kecenderungan untuk berkelompok.
*    Primordialisme dapat diartikan juga sebagai padangan atau paham yang memegang teguh segala hal-hal yang dibawa sejak lahir.
4.    Stereotip
Merupakan imaginasi mentalitas yang kaku, yaitu dalam wujud pemberian penilaian negatif yang ditujukan kepada out-groupnya.

5.    Mutual Akulturasi

Proses mutual akulturasi dapat terjadi ketika masyakat memiliki sikap terbuka terhadap kebudayaan lain. Mutual akulturasi merupakan kondisi dimana suatu kelompok masyarakat mengikuti dan menggunakan unsur kebudayaan kelompok lain karena didorong oleh rasa ketertarikan terhadap unsur budaya lain.

2 komentar:

  1. Hi, salam kenal aku Mei. postingannya bagus dan menurutku kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia yang beragam.
    Follow back...:)

    BalasHapus
  2. Hi, salam kenal aku Mei. postingannya bagus dan menurutku kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia yang beragam.
    Follow back...:)

    BalasHapus