Rabu, 16 Januari 2013

Lembaga Sosial Sosiologi SMA


A.  Definisi
Lembaga sosial adalah sekumpulan aturan-aturan sosial dalam suatu masyarakat yang dibuat untuk mengatur berbagai kegiatan dalam usaha memenuhi kebutuhan sosial manusia. Para ahli sosiologi berpendapat:
a.     Robert Mc Iver dan Charles H Page. Lembaga sosial adalah tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok di dalam suatu bentuk asosiasi.
b.    Paul B Horton dan Chester L Hunt.  Lembaga sosial adalah sistem untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan masyarakat dipadnag penting, atau sekumpulan kebiasaan dan tata kelakuan pada kegiatan pokok manusia.
c.     Summer. Lembaga sosial merupakan perbuatan, sikap, cita-cita, dan perlengkapan kebudayaan, bersifat kekal serta bertujan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
B.  Fungsi Lembaga Sosial
a.     Memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana harus bertingkah laku dan bersikap dalam menghadapi masalah-masalah sosial.
b.    Menjaga kebutuhan masyarakat
c.     Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.
Jenis-jenis Fungsi:
a.     Fungsi Manifest, yaitu fungsi yang disadari nyata dan oleh banyak orang dipandang dan diharapkan akan dipenuhi oleh lembaga bersangkutan.
b.    Fungsi Laten, yaitu fungsi lembaga yang tidak disadari oleh masyarakat atau tersembunyi, atau hanya disadari oleh orang-orang tertentu saja, tetapi berpengaruh amat besar bagi perkembangan masyarakat.
C.  Ciri-ciri Umum Lembaga Sosial
a.     Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi pola-pola perilaku yang berwujud melalui aktivitas-aktivitas kemsyarakatan dan hasil-hasilnya.
b.    Lembaga sosial memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu.
c.     Memiliki alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan
d.    Lembaga biasanya juga merupakan ciri khas lembaga kemasyarakatan.
e.     Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai suatu tradisi tertulis atau yang tak tertulis.
f.      Memiliki lambing atau simbol-simbol sebagai identitas dari lembaga kemasyarakatan.
g.     Memiliki nilai-nilai tersendiri, yaitu sistem gagasan mendasar yang dimiliki secara bersama-sama untuk menafsirkan berbagai masalah sosial.
D.  TIPE-TIPE LEMBAGA SOSIAL
1.  Dari sudut perkembangannya
a.   Crescive Institutions, merupakan lembaga sosial yang tidak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Misalnya, pranata agama dan perkawinan.
b.  Enacted Institutions, merupakan lembaga sosial yang secara sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan. Contohnya, pranata pendidikan.
2.  Dari sudut sistem nilai yang diterima oleh masyarakat
a.   Basic Institutions, lembaga sosial yang digunakan untuk memelihara dan menjaga tata tertib di masyarakat. Misalnya, keluarga, sekolah, dan Negara.
b.  Subsidiary Institutions, lembaga sosial yang kerbaradaannya kurang dianggap penting oleh masyarakat. Misalnya, rekreasi.
3.  Dari sudut penerimaan masyarakat
a.   Approved, merupakan lembaga sosial yang diterima oleh masyarakat. Contohnya, sekolah.
b.  Unsanctioned institutions, merupakan lembaga sosial yang ditolak masyarakat. Misalnya, gembong perampok.
4.  Dari sudut penyebarannya
a.   General Institutions, adalah lembaga sosial yang diterima oleh hampir seluruh masyarakat dunia. Misalnya, pranata agama.
b.  Restricted Institusions, adalah lembaga sosial yang hanya dikenal oleh sebagian besar orang tertentu saja. Misalnya pranata agam Islam MUI.
5.  Dari sudut fungsinya
a.   Operative Institutions, merupakan lembaga sosial yang berfungsi menghimpun pola atau tata cara yang digunakan untuk mencapai tujuan. Misalnya lembaga industri.
b.  Regulative Institutions, merupakan lembaga sosial yang bertujuan untuk mengawasi adat istiadat dan tata kelakuan di masyarakat. Contohnya lembaga pengadilan.
E.  Macam-macam Lembaga Sosial
a.   Lembaga Keluarga. Menurut Rodney Stark keluarga adalah suatu lembaga manusia yang terdapat dalam setiap masyarakat dan merupakan struktur kekerabatan yang berfungsi mensosialisasikan anggotanya yang baru lahir.
Tipe Keluarga: Berdasarkan jumlah kelurga (keluarga inti dan keluarga luar), berdasarkan faktor pembentuk (Conjugal family : hubungan pernikahan dan Consequnce family: hubungan kerabat sedarah).
Fungsi Keluarga: Fungsi hubungan seksual, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi, fungsi afeksi (kasih sayang), fungsi penemuan status, fungsi perlindungan, dan fungsi ekonomi.
Bentuk Pernikahan
1.    Monogami, yaitu pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita saja.
2.    Poligami, yaitu pernikahan antara seorang pria (poligini) atau seorang wanita (poliandri) dengan beberapa wanita dan pria.
3.    Eksogami,  adalah pernikahan yang dilakukan dengan seseorang diluar kelompoknya.
4.    Endogami, adalah pernikahan yang dilakukan dengan seseorang yang berasal dari lingkungan sendiri.
5.    Homogami, adalah pernikahan yang terjadi antara pria dan wanita yang berasal dari lapisan sosial yang sama.
6.    Heterogami, adalah pernikahan yang terjadi antara pria dan wanita dari dua keluarga yang berlainan lapisan sosialnya.
Pola Adat Pemikiran Tempat tinggal
1.    Patrilokal atau virilokal, yaitu pasangan pengantin yang bertempat tingal di sekitar kerabat suami.
2.    Matrilokal, yaitu oasangan pengantin yang bertempat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat istri.
3.    Bilokal, yaitu apabila pasangan baru menetap secara bergantian antara tempat kerabat istri dan suami.
4.    Neolokal, yaitu pasangan pengantin baru yang mencari tempat kediaman baru yang bukan di lingkungan kerabat suami maupun kerabat istri.
5.    Avunkulokal, yaitu ketika pasangan pengantin baru bertempat tinggal di rumah saudara laki-laki ibu dari pihak suami.
6.    Natalokal, yaitu ketika pasangan pengantin baru tidak tinggal bersama-sama tetapi masing-masing bertempat tinggal di daerah kelahiran masing-masing dan hanya berkunjung untuk waktu yang relatif pendek.
7.    Utrolokal, yaitu ketika pasangan suami-istri bebas menentukan tempat tinggal yang diinginkan setelah mereka menikah.
b.  Lembaga Pendidikan
Jenis Pendidikan: Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal, dan Pendidikan Informal.
Fungsi Lembaga Pendidikan:
Fungsi Manifest yaitu mempersiapkan anggota masyarakat untuk mecari nafkah, mengembangkan bakat perorangan demi kepuasan pribadi maupun bagu kepentingan masyarakat, melestarikan kebudayaan, dan menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasinya dalam masyarakat.
Peranan Lembaga Pendidikan:kemandirian, prestasi, spesifikasi, dan pengembangan kepribadian.
c.   Lembaga Agama
d.  Lembaga Ekonomi
e.   Lembaga Sosial
F.  Proses Pertumbuhan Lembaga Kemasyarakatan
a.   Norma-Norma dalam masyarakat
1.    Cara (Usage), norma yang mengandung sanksi paling ringan bagi pelanggarnya.
2.    Kebiasaan (Folkways), tindakan yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi norma yang memiliki kekuatan mengikat.
3.    Tata Kelakuan (Mores), norma yang berasal pada ajaran agama atau ideologi.
4.    Adat-Istiadat (Custom), norma yang tidak tertulis namun bersifat mengikat.
5.    Hukum (Laws), norma yang bersifat memaksa, tegas dan tertulis.
b.  Sistem Pengendalian Sosial, cara yang dilakukan untuk menertibkan masyarakat agar bertindak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku.

1 komentar: